Cita dalam Angan
Putih ini berubah menjadi seringai-seringai yang berdawai
Dalam...kian dalam...
Menyentuh air pusatnya sanubari
Desisku pada kehidupan
Jeritku pada harapan
Tetesan peluhku untuk impian
Entahlah..
Mengapa sulit kaki ini tuk melangkah
Menjajari sucinya pasir-pasir lautan
Nampaknya sebakul keringat telah ku korbankan
Namun tak cukup...
Tak cukup untuk wajah..
Wajah penuh harap..
Wajah penuh lara...
Penuh dusta...
Dengan banyak cita...
No comments:
Post a Comment