Untuk teman seperjuanganku yang tak kenal lelah.
Sungguh, ketika ku tulis untaian kata-kata ini, segenap asaku melambung pada kalian.
Kebersamaan dalam satu tahun ini akhirnya begitu singkat, dua tahun malah untuk teman2 sesama 2009.
Ku coba menguraikan satu-persatu dan membuat memori indah dengan kalian.
Dari awal, tidak begitu sulit untuk memilih orang-orang yang akan menempati tahta departemen dalam negeri ini. Orang-orang yang kritis, mau cape, mudah untuk sosialisasi dengan elemen kampus dan muka tebal J. Kriteria ini diah tanyakan kepada mantan menteri dagri tahun lalu dan dua tahun lalu. So, mantaplah hati ini untuk memilih kalian, sobat. Sangat ingat ketika nama-nama kalian diah pertahankan untuk menempati posisi ini, tidak dipindah ke departemen lain. Harapannya, biar dagri ini lebih jalan dan lebih fleksibel dalam bekerja daripada tahun lalu. See?
Proker demi proker telah terlewati. Masih ingat saat diah dan temen-temen 2009 lain menarik-narik 2010 untuk mengikuti LKMMTD. Huffh, berat, sungguh, menjengkelkan. Speechlees untuk mengungkapkan yang satu ini. Hanya kata maaf yang keluar saat tragedi surat peringatan meluncur ke tangan anak dagri. Lanjut ke sarasehan, ospek, bekerja untuk SIPO, dan berujung di pemira.
Adik2ku sayang, masing-masing orang punya karakter yang berbeda-beda. Begitupun diah. Mohon maaf jika banyak kekhilafan yang terjadi. Belum bisa mengayomi sepenuhnya, belum bisa jadi pendengar yang baik, belum bisa jadi sahabat dan jadi kakak yang baik. Bisanya Cuma nyuruuh-nyuruh, marah-marah, otoriter, dan ga mau dengerin kalian. Diah sadari semua itu. Ketika ospek terutama. Diah merasa tidak berharga disana. Kalian jalan dengan sendirinya, masukkan dari SC tidak didengarkan, dan sampai terancam dapet surat peringatan dari dekanat mengenai ospek ini. But, Its just for the past, right? Semakin kesini semakin sadar, kalian memang butuh pendewasaan, kalian butuh dilepas biar ngeliat sulitnya medan disana, kalian butuh untuk melihat asap dari api yang dinyalakan, kalian butuh untuk berpikir keras berpikir jauh untuk melihat kasus, bahkan kalian butuh mengenal teman satu sama lain, tidak hanya di dalam genk kalian aja. Tapi, semua itu butuh proses. Ga mungkin kan burung dara yang baru menetas langsung dibiarkan terbang tanpa pengawalan? Nanti kalo jatuh gimana? Kalo ketemu elang gimana? Siapa yang bisa nolongin? Siapa yang bisa ngasih tau kalo di depan sana banyak kumpulan elang? Udah dikasih tau kalo banyak bakalan banyak elang, tapi masih mau terbang juga? Tapiii, maaf sekali kalo peringatan dan kata-kata selama kita bersama lebih banyak yang tidak enaknya ketimbang enaknya. Jujur saja, diah tidak bisa seperti yang lain kalo ada suatu hal diem dulu baru beraksi. Diemnya mikir sih, hehe. Tapi yaa itulah, suka geregetan kalo lamaaa. Kalo ada yang ga sreg, ya langsung diah nyatakan. Heemmm, kelewat jujur dan terasa menyakitkan, kan? Mohon maaf sekali buat yang satu ini. Untungnya, ada temen-temen 2009 yang selalu always ga pernah never nasehatin diah J feel like family, here. Kalo udah bentrok pemikiran sama kalian, awalnya diah keukeuh, tapi kalo kalian bisa memberikan argumen yang jelas, yaa let it flow aja J , masing-masing kan udah punya konsekuensinya, jadi diah pikir kita memang sudah punya konsekuensi masing-masing dan kita harus belajar dari sudut pandang yang berbeda untuk hal yang ini J. Diah harap, yang diambil itu pembelajarannya, bukan sifat ngejengkelin kaya gini yang berujung ngedumel dibelakang. Waahh waahhh. Penyakit hati mulai menjangkiti kalo kaya gini mah J . rasa ketidaksukaan terhadap orang lain itu jelas ada, tapi hidup ini juga pilihan. Apakah hati akan diambilalih dikontrol sama emosi atau hati yang akan mengontrol emosi?
Well, lebih parah lagi, saat kalian lagi sibuk-sibuknya, tapi diah nyuruh mengerjakan pekerjaan dagri, kalian lagi pusing sama tugas, malah diah tambahin buat mikir dagri. Eng ing eng. Mohon maaf lagi buat yang satu ini. Malah saking bingungnya diah mau ngomong apa, malah keluar kata-kata “belajar mandiri.” Lupa redaksional kaya gimana, pokoke intinya 2010 kudu belajar mikir, ga Cuma 2009 yang kerja gitu, ga Cuma nungguin perintah dari 2009. Trus ada yang langsung update status “jangan marah2 ya mae”. Hehe, maaf untuk yang satu ini. Diah bingung mencari kata-kata yang tepat untuk membuat kalian mengerti kalo kalian juga kudu mengeksplor diri, ga hanya hidup dibawah perintah. Bingung ya? kalo mau mengeksplor diri tapi malah terkesan dikekang, kalo ga mengeksplor disuruh suruh eksplor? Sama. Diah juga bingung J. Pembelajaran ga kenal batas sebenarnya, hmmm mungkin cara 2009 untuk 2010 itu metodenya kurang tepat kali ya? Anggap saja itu kekurangan kami.
Adik2ku sayang, waktu setahun ini ga cukup untuk mengenal kalian. Mungkin kalian sudah tau karakter 2009 per orangnya, tapi 2009 mengenal 2010 itu susah bangeeett. Kalo boleh komen, 2010 itu tertutup, sukanya curigaan, underestimate, ekspresi tersembunyi (ekspresi ga jujur), sukanya hepi sama geng gong doang, yaa kaya dijidatnya ada tulisan “lo-ga-usah-ganggu-idup-gw-yang-udah-hepi-ini-dengan-tugas-organisasi-bejibun”. Tapi, kalo masalah teknis, oke banget, bisa diandelin. Tapinya lagi nih, organisasi kan ga mungkin jalan cuma teknisnya aja. Butuh pemikiran matang sebelumnya. Alhamdulillahnya, Allah ngasih kita berpasang-pasangan, nah, kaya 2009 sama 2010. Kita saling melengkapi satu sama lain. 2009 mikir, 2010 yang ngejalanin. Indah, kan? Trus kalo 2009 lengser gimana? Siapa yang mau mikir? Hope, semuanya bisa bahu membahu untuk memikirkan lebih lanjut hal ini. Daaann, yuk marii berbenah.
Sista and bradaa. Mohon maaf dalam setahun ini belum bisa memberikan pelajaran organisasi kepada 2010. Diah sadari betul kalo 2010 belum cukup bekal menghadapi kepengurusan berikutnya yang sepenuhnya dipegang 2010. Ini murni kesalahan kami dalam mendidik dan mencetak kalian. Rasa was-was saat LPJ masih bisa dirasakan. Pikiran-pikiran yang mengganggu kalo 2010 nanti yang memimpin akan seperti apa jadinya. Terlihat, banyak 2010 yang tidak bersedia berjuang dan belajar di BEM lagi. Maaf, ini hanya pikiran-pikiran yang tidak bertanggung jawab saja. Mungkin ini adalah efek karena gaya kepemimpinan 2009 yang ga enak, jadi teman-teman 2010 menganggap BEM ga asik dan merepotkan plus mengganggu akademik sangat. Well, sejujurnya waktu tahun pertama diah di BEM, diah juga merasakan itu, waktu dipimpin sama 2008. Tapi, kan 2009 selanjutnya yang mimpin, jadi ga ada salahnya kan 2009 memperbaiki situasi ini. Endingnya, kita berhasil mengubah situasi ini diantara 2009, sayangnya ga berlaku buat 2010. So sad... lagi-lagi harus terulang situasi ini.
Teringat kondisi musang yang sangat begitu memprihatinkan. Tapi yaaahh, mau marah sama siapa? Mau kesel sama siapa? Toh ini hasil didikan kita. Toh ini hasilnya saat kita sama-sama belajar di BEM selama setahun. Toh ini output kekeluargaan yang tercipta setelah susah-susah berusaha mendekatkan diri tapi ditolak #lebai. Hanya rasa syukur yang dipanjatkan dan pengharapan kepada generasi muda yang nantinya masih semangat melanjutkan perjuangan kami. Two thumbs up buat kalian J.
Adikku yang saat ini bimbang. Diah tau betapa sulit kalian mengajak teman-teman sesama 2010 untuk bergabung kembali melanjutkan perjuangan ini. Korban hati, perasaan, otak, mulut, semuanya bercampur. Ada rasa kesal yang menyelinap. Rasa kecewa. Sama kaya diah. Tapi, ingat. Ketika kalian sudah maksimal dalam berusaha, hanya Allah yang dapat membalikkan hati manusia. Kalian harus memikirkan 2011 nanti mau dibawa kemana? Blow your mind. Cukup rasa itu sampai di pintu hati, jangan sampai masuk ke hati karena akan mengakibatkan penyakit ukhuwah (kekeluargaan). Sejatinya, perjuangan itu adalah proses bagaimana kita meraih visi misi organisasi. Dalam proses itu banyak capaian yang harus diraih, salah satunya ya kekeluargaan itu. So, take care buat dagri yang masih mau melanjutkan belajar lebih disini. Akan banyak kalian temukan perubahan diantara memimpin dan dipimpin dan kalian ga akan menyesal, trust it J.
Buat teman sejawat 2009, mohon maaf kalo diah selama ini ribet banget, sukanya membagi tugas dengan penuh tekanan jiwa, sukanya melimpahkan kerjaan kalo udah ga sanggup kepegang, sukanya yaaa suka-suka aja. Buat septa, diah jujur bingung antara porsi kamu di dagri dengan porsi kamu sebagai ketua beskem yang merangkap dagri yang kudu menangani ukm lain juga. Jadi yaaahh, karena diah ingin membangun beskem, jadi mohon maaf kalo septa selama ini beranggapan diah ga terlalu ngasih tugas berat ke septa coz i know kamu udah cukup pusing dengan beskem. Finally, ditangan kamu beskem selangkah lebih maju J. Pengorbanan merelakan satu anak dagri, ga sia-sia deh. Buat dani, hoho. Maaf kalo rempong juga nih. Saat septa ribet sama beskem, diah berpindah ke kamuu dan menyusahkan. Maaf udah ngatur-ngatur yang geje. Maaf belum bisa jadi sahabat dan teman yang baik.
All, sebenernya diah mau ngungkapin ini dari pertengahan kita pas menjabat bersama. Tapi yaa itu, terpentok kesibukan masing-masing dan secara pribadi, diah takut mengganggu profesionalitas kita karena ini kan heart to heart yaaa. Masalah perasaan, yang ada nantinya pada ngejauh kalo dikritik--walau sebenernya diah lebih suka dikritik dan terbuka--. Ya memang ga setiap orang kaya gitu sih, tapi preventif aja J. Dulu pas ditanya diah kurangnya apa dan harus bagaimana sebagai menteri, eh pada ga ngasih masukan. Yaudah deh, berjalan apa adanya aja. Ujung-ujungnya pada ngeluh kan diah yang begini begitu? Alhasil, pada setengah hati ngejalaninnya. Hem, pembelajaran lagi nih buat ke depannya J.
Kalo orang putus, bikin sakit hati. Tapi sakit hati itu kan diawali dengan kesenangan yaa. Ujung2nya juga bakal jadi kenangan terindah. Sama kaya kita sekarang. Kalo kemaren setaun ini banyak ngeluh dan ngedumel, sekarang saatnya tertawa untuk semua yang kita lakukan.
Miss u all J J J
8 januari 2012 @kostan oke banget







