Friday, November 19, 2010

"karena ada HATI yang kami JAGA"

Mata ini..
Tak sanggup untuk saling menatap lama..
Kami tkut terlena dengan keindahan di depannya..
Bkn kami angkuh,,
Tapi,karena ada hati yg kami jaga..

Telinga ini..
Tak sanggup bila mendengar suara dan tawanya..
Kami takut nasihat2 manis yang kami bisikkan bukan karena-Nya, namun terselip setan di dalamya..
Bukan kami mencoba tuli dan tak peduli
Tapi, karena ada hati yang kami jaga..

Mulut ini..
Tak sanggup berkata manis dan manja.,
kami blum mampu berjanji mengukir cinta sehidup semati..
Bukan kami pengecut dan takut berdusta..
Tapi, karena ada hati yang kami jaga...

Tangan ini..
Tak sanggup berjabat dan meraih..
kami takut sentuhan lembut membuat kami lupa..
Dan setan mengikatnya sehingga tak sanggup lagi melepasnya..
Bukan kami sok suci,
Tapi, karena ada hati yang kami jaga..

Kaki kami...
Berat berjalan beriringan..
kami belum memilki arah untuk melangkah bersama..
Bukan karena kami tak percaya,,
Tapi, karena ada hati yang kami jaga..

namun, bagaimana dengan hati kami?
Walaupun kami tak saling melihat,mendengar dan berbicara,,
namun hati ini,. Bukankah sering bertemu di setiap ruang dan waktu?

Ya ALLAH,, Bukankah hati ini milik-Mu semata?

Maafkan kami yang sering mengingkarinya..
Walaupun rasa ini sering bersaing, Tapi kami tak sanggup Ya RABB, untuk menduaklan hati-Mu

Ya ALLAH.. kau kirimkan kami cinta yang harus kami jaga hingga perjajian suci tiba,.

Cinta..
Membuat kami melihat tanpa mata, mendengar tanpa suara,,berbicara tanpa kata..
Hanya ada hati dan rasa..

Karena itu kami menjaga..Milik Allah Azza Wa Jalla

Menjaga dalam keikhlasan hati, menjaga dalam kesucian khayalan, menjaga dalam ungkapan lisan, dan menjaga dalam ekspresi diri..

seperti Fathimah dan 'Ali, saling mencintai dalam kerahasiaan yang paling rapat, kepasrahan yang kuat dan ikhtiar suci yang menemukan jalannya...denagn karunia ALLAH ! Jika kita husnuzhzhon pada-Nya..

"Katakanlah hai Muhammad: Jika adalah kalian mencintai ALLAH, maka ikutilah aku. Maka ALLAHakan mencintai kalian dan Ia ampuni segala dosa kalian. Dan ALLAH, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(Ali 'Imran:31)


Saat kemampuan menikah belum di tangan, biarlah cinta berekspresi menjadi keshalihan,perbaikan diri hari demi hari.
Karena Allah telah berjanji :(dalan surah An Nur 26)

Nb:artikel ini dari seorang sahabat (terima kasih..sudah mengingatkan ) dengan sedikit modifikasi..

Semoga bermanfaat..

..KALA CINTA MENGIKIS AKIDAH..

Kesepian memang kadang menyakitkan, menoreh setiap senyum dan tawa, serta menciptakan riak anak sungai di sudut mata. Pedih dan sedih silih berganti kunjung mengunjungi. Pupus segala harap, melukai semua impian yang kadang memabukkan. Hingga, jiwa yang rapuh menciptakan serpihan kegelisahan yang memilukan.

Saat temaram rembulan menyuguhkan hidangan, terlintas sekelebat bayang. Disibaknya kegelapan, namun entah dimana ia berada. Kecewa, hingga guratan keresahan menyibukkan kelamnya malam. Kebisuan yang menusuk-nusuk, membuat kedukaan semakin berat, hingga menghujam akal dan aqidah. Air mata semakin deras tumpah, lelah, tubuh pun mencoba rebah. Namun jiwa ini lemah, mata air di telaga yang coba dibendungnya kembali menerobos kelopak mata, ke pipi, hingga membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya.

Cinta...
Entah berapa banyak pahlawan yang tercipta karenanya, namun cinta juga kadang melahirkan para pecundang. Ia laksana kobaran api yang berasal dari setitik bara, menyuluh, namun dapat pula membakar. Impian cinta membuat hati dan raga terselimuti bahagia, memompa harapan yang keluar masuk melalui butiran darah. Mengharapkan kakanda tercinta yang siap mendampingi saat tawa dan air mata, hingga terbentang siluet istimewanya seorang wanita yang telah menikah, mengandung, dan melahirkan si kecil dengan selimut kasih sayang.

Namun, impian berbeda dengan kenyataan. Sepi semakin menggerogoti hari, sendiri... dan masih sendiri.
Duhai belahan hati, entah dimana kakanda bersembunyi.

Ukhti sholehah yang dicintai Allah Ta'ala...
Cinta dan impian membentuk sebuah keluarga memang begitu indah. Namun takkala ia belum menyapa, janganlah membuat gundah dan resah, bahkan merubah pandangan terhadap Sang Pemilik Cinta. Kegelisahan jangan pula membuatmu menggadaikan aqidah, karena sungguh harta itu tak ternilai harganya. Tak ada yang dapat membelinya, apalagi dengan basa-basi cinta yang menyelubungi halleluyah.

Cinta yang membara tak akan dapat menghapus ketentuan Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman..." [Al Baqarah: 221]. Namun, ajaran junjungan Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam akan pupus, tidak dengan senjata tapi dengan kata-kata, tidak dengan kekuatan tapi dengan logika, dan tidak dalam benci tapi dalam cinta.

Cinta akan membentuk sebuah keluarga samara (sakinah, mawaddah wa rahmah) karena kesamaan iman dan aqidah, dalam naungan ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jangan biarkan sedikitpun celah hatimu terbuka dengan cinta berselaput halleluyah, karena cinta seperti itu akan meranggas aqidah. Pernikahan dengan keyakinan yang berbeda, tak akan melahirkan ketenteraman jiwa, karena ia adalah zina.

Duhai ukhti, sanggupkah engkau menahan murkanya Allah Subhanahu wa Ta'ala?

Saat jiwamu lelah bertanya dimanakah gerangan kakanda berada, kembalilah kepada Sang Pemilik Rahasia, lantunkan munajat dan do'a, mohon tetapkan iman untuk selalu terhatur kepada-Nya. Jadikan hati ini selalu ikhlas serta rela atas setiap keputusan-Nya.

As'alukallahummar ridha ba'dal qadha, wa burdal 'iisyi ba'dal maut, wa ladzdzatan nazhori ila wajhika, wa syauqon ila liqaa'ika.
Ya Allah, aku mohon kerelaan atas setiap keputusan-Mu, kesejukan setelah kematian, dan kelezatan memandang wajah-Mu serta kerinduan berjumpa dengan-Mu.

Mohonkan juga kepada-Nya, agar Ia menguatkan niat dan azzam kepada lelaki yang belum menikah untuk segera menyempurnakan setengah agama, sehingga dirimu serta pasangan jiwa tercinta dapat bersama membangun sebuah istana kecil nan indah dalam naungan ridho-Nya.

Duhai ukhti sholehah...
Sabar... dan bertahanlah. Kalaulah Allah Subhanahu wa Ta'ala menakdirkan dirimu sebagai lajang di dunia ini, yakinlah di surga ada yang setia menanti. Kuatkan hati, tegar... dan selalu tegar, karena dirimu memiliki harta yang tak ternilai harganya, yaitu aqidah.

Wallahua'lam bi showab.

...DO'A SEORANG AKHWAT...

Inilah goresan pena dari sang akhwat yang mendambakan ikhwan sholeh, yang bisa bersama untuk mencintai Mu Ya Robbi dan mencintai Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.

Yaa……Rabbi……..
Aku berdoa untuk seorang ikhwan yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain
Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting
Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup
Sehingga hidupnya tidak sia-sia..
Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku
Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku
Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau
Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang membuatku merasa sebagai wanita shalehah ketika aku berada di sisinya
Seseorang yang bisa menjadi asisten sang nahkoda kapal
Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal
Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa
Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang

Ya..Rabbi……
Aku tak meminta seseorang yang sempurna
Hingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup
Aku tidak mengharap orang yang semulia abu baker Radhiyallahu,
Atau setaqwa umar Radhiyallahu, pun setabah Ustman Radhiyallahu,
Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahu, setegar zaid Radhiyallahu
Juga segagah Ali Radhiyallahu, apalagi setampan usamah Radhiyallahu.
Aku hanya mengharap seorang ikhwan akhir zaman,
Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,
Membangun keturunan yang sholeh,
Membangun peradaban,
dan membuat Rasulullah shallahu’alaihiwasalam bangga di akhirat
Karena aku sadar aku bukanlah semulia Fatimah Radhiyallahuanha, tidak setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha ,Pun tidak secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.
Aku hanyalah seorang wanita akhir zaman
yang punya cita – cinta

Ya…..Rabbii …….
Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku
Buatlah aku menjadi akhwat yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku
Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat
kokohnya benteng tidak bisa dibangun dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik
Kota Padang tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap
Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
” Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan…

Amiiiin…


sumber ... goresan pena seorng sahabat..
U/mu yang berjiwa Hanif...

kunci pembuka datangnya pertolongan Allah

Saudaraku yang dirahmati Allah, ada banyak persoalan yang menghadang di depan kita. Entah itu masalah pribadi, keluarga atau pun yang lebih luas dari itu. Sebanding dengan banyaknya masalah, banyak pula cara yang dapat kita lakukan untuk menyelesaikannya. Bisa mengandalkan kecerdasan akal, kemampuan fisik, harta kekayaan, relasi, atau apapun. Namun bagi saya sendiri, tidak ada yang paling ampuh selain pertolongan Allah.


Mengapa pertolongan Allah? Tidak ada satu pun masalah yang terjadi, kecuali atas izin Allah SWT. Semuanya ada dalam genggaman Allah SWT. Bila demikian, alangkah mudahnya bagi Allah untuk membuka jalan kemudahan bagi siapapun yang ditimpa masalah.

Karena itu, masalah terbesar dalam hidup adalah saat kita tidak mendapatkan pertolongan Allah. Seberat apapun persoalan, akan menjadi ringan bila ditolong Allah. Pertanyaannya, bagaimana agar kita layak ditolong Allah? Jawabannya ada dalam QS. Ath Thalaaq [65] ayat 2-3. " Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu " .

Jadi, kunci pembuka pertolongan Allah ada dalam ketakwaan kita. Semakin takwa kita, semakin terbuka lebar pintu-pintu pertolongan Allah. Sebaliknya, semakin ingkar kita, semakin tertutup rapat pintu-pintu pertolongan Allah. Na'udzubillah. Imam Ibnu Atha'ilah menegaskan pesan takwa ini, "Jangan menuntut Allah karena terlambatnya permintaan yang telah engkau panjatkan kepada-Nya. Namun, hendaknya engkau koreksi dirimu, tuntut dirimu agar tidak terlambat melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap Tuhanmu".

Saudaraku, ada banyak kewajiban yang harus kita tunaikan kepada Allah. Di antara yang banyak tersebut ada beberapa amalan dasar, sekaligus kunci pembuka datangnya pertolongan Allah. Saat kita mampu mengamalkannya dengan istikamah, insya Allah kebaikan-kebaikan lainnya akan terbuka.

1. Mencintai masjid. Masjid adalah rumah Allah yang ada di bumi. Tidak ada tempat yang paling dicintai Allah di bimi selain masjid. Pertolongan Allah akan datang kepada siapapun yang cinta dan gemar memakmurkan masjid. Karena itu, syarat pertama agar ditolong Allah adalah mencintai masjid. Pastikan tidak shalat (wajib), kecuali di masjid. Lebih utama pula dengan shalat tepat waktu dan berjamaah. Agendakan untuk menghadiri majelis-majelis dzikir di masjid. Serta sisihkan sebagian rezeki untuk memakmurkan masjid.
2. Tahajud. Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat dicintai Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa pada waktu tersebut, Allah Swt. turun ke bumi dan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan hamba-hamba-Nya. Tidak ada satu pun shalat sunnat yang begitu diperhatikan Rasulullah SAW kecuali shalat tahajud. Sangat rugi orang yang menyia-nyiakan waktu sepertiga malam terakhir. Sebab, ia telah menyia-nyiakan datangnya pertolongan Allah.
3. Sedekah. Amalan ini sungguh luar biasa. Dengan bersedekah, rezeki akan tambah melimpah dan berkah, urusan menjadi mudah, kita pun akan terhindar dari musibah. Jaminan dari Allah demikian pasti kepada ahli sedekah. Maka, jangan sia-siakan kesempatan beredekah. Pastikan tiada hari tanpa sedekah. Awali hari-hari kita dengan bersedekah.
4. Membantu orang lain. Sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang gemar menolong saudaranya. Mudahkan pula urusan orang lain, niscaya Allah akan memudahkan urusan kita. Pokoknya, tiada hari tanpa menolong orang lain. Dan jangan pilih-pilih dalam menolong.
5. Banyak bershalawat kepada Rasulullah SAW. Rasullah SAW adalah manusia yang paling dicintai Allah. Karena itu, cinta Allah SWT. akan kita dapatkan saat kita mencintai hamba yang paling dicintainya. Bila Allah sudah cinta, pertolongannya akan terbuka bagi kita.

Wallaahu a'lam Bishshwab .

cewek ko nyablak??

Nyablak? Apaan tuh? Itu loh, gaya bicara yang kasar dan cenderung nggak sopan. Nggak kenal tempat dan waktu. Cenderung nyakitin hati orang yang mendengar. Hal sepele aja kadang dikomentarin dengan pedas. Gimana ceritanya ya kalo praktisinya malah remaja, cewek pula! Apa kata dunia? Kan katanya masa depan dunia ada di tangan kita. Tul kan?

Dulu nyablak tuh ada batasan tempat dan kalangan sih. Tapi belakangan ini malah ada di mana-mana. Gampang banget kita temui cewek cablak. Terutama pas sang cewek cablak nemuin masalah yang kadang sepele. Nggak harus kenal sih, ciri-cirinya mudah ditangkap radar kita kok. Misalnya pas macet di angkot dia ngomong gini: ”Duh, sial bener nih macet, mana gerah lagi!” sambil pasang tampang jutek kayak tuan puteri minta dikipasin sama dayang-dayangnya.

Padahal ucapannya itu bisa bikin orang lain nggak enak hati loh. Mau kenal atau nggak, serasa jadi tersangka yang bikin dia susah. Syukur-syukur nggak didengar cewek cablak lain. Coba kalo ketemu, bisa dibales dengan kata-kata kasar juga. Misalnya: ”Eh, emang elo aja yang gerah, gue juga panas tau, ngga usah berisik gitu deh!” Nah, kalo udah gitu, bisa ditebak kan ujungnya? Jadi inget video brutal Geng Nero yang pernah beredar beberapa waktu lalu itu ya. Wkwkwwk…

Masih banyak lagi tempat-tempat umum yang jadi tempat nyablak. Di kantin sekolah, di mal, antrian di bioskop, malah ada yang dengan nyamannya pake gaya nyablak pas jam belajar di kelas. (which is… lawan bicaranya adalah bapak-ibu gurunya sendiri) gubrag! Nggak anggun banget cewek cablak itu…

Ditilik lebih jauh lagi, kecablakan cewek jaman sekarang nggak kenal waktu juga. Pagi, siang, sore, malam, oke aja ngomong kasarnya (eh, pas ngimpi tetep ngomong cablak apa nggak tuh?). Belum lagi dunia remaja cewek yang nggak jauh dari masalah penampilan, mulai dari bentuk tubuh, gaya pakaian, make up dan pernak-perniknya. Salah sedikit aja bisa jadi sasaran empuk si cewek cablak. ”Eh, nggak salah elo pake baju jadul gitu?” atau ” Ya ampun, ngaca dulu dong, Bo! Elo pikir siapa elo berani beli tas merek itu!” Wah, wassalam deh ama persahabatan dengan cewek jenis ini. Walaupun temen, tetap aja nggak enak didengar. And you know what? Nyablak itu bisa menular ke kita kalau kita tipe orang yang terlelu suka ngikutin arus. Lagi tren tuh. Tren yang salah dan sedang mewabah. Waspadalah!

Kalo temen kita cewek nyablak
Nggak ada untungnya jadi cewek cablak. Perhatikan aja temen kita yang suka nyablak. Walupun misalnya anak itu pinter secara akademis, cantik, fun abis, tetap aja kalau nyablaknya keluar bikin kita keki. Kadang malu jalan sama dia. Walaupun dia punya pembelaan bahwa udah jadi bawaan lahir. Dia berdalik, kita yakin 120% bahwa nggak ada yang mau di cap sebagai cewek cablak. Baik sengaja atau nggak. Baik cowok, apalagi cewek. Cewek gitu loh.

Cewek, adalah makhluk yang diciptakan Allah Ta’ala dengan predikat ”perhiasan paling indah di dunia” kalau dia jadi wanita atau istri yang shalihah. Wanita shalihah akan lebih indah dari berlian, emas permata, mutiara laut dan semua aksesoris mahal yang ada di mal terkenal ibukota. Nggak sebanding ama tas Hermes atau sepatu rancangan Manolo Balchnique yang disukai Madonna si Ratu Pop, apalagi dengan baju-baju keluaran Zara. Ya, we can be more than that. Hmm… nggak mau dong predikat itu gagal kita raih gara-gara kita punya sifat nyablak? Iya kan, Sis?

Kalo temen kita nyablak? Heheh.. ini nih yang agak repot. Bener. Paling sulit nasihatin teman sendiri, betul? Takut dia tersinggung lah, marah lah, atau malah kita dipecat jadi temannya. Lebih gampang ngajakkin ke jalan kebaikan daripada ngelarang ke jalan keburukan. Trus gimana dong?
Gampang, nih usulnya. Saat temen cewek kita itu bicara dengan cablaknya sama kita, bilang aja ”Hei, nggak sayang ya ama aku? Kok sama temen ngomongnya gitu. Kata Rasulullah: man laa yarhum laa yurham. Siapa yang tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi”. Sekilas memang lebay, tapi percaya deh, kalo udah masalah sayang temen, semua orang juga mau dicap penyayang. Perempuan kan makhluk penyayang…betul, betul, betul? (Upin dan Ipin mode ”on”). Nah, nanti pelan-pelan, terapkan juga pas dia nyablak sama orang lain. InsyaAllah kepikiran deh sama dia, bahwa mestinya nggak harus nyablak. Kalo nyablak, wajah cantik juga jadi belel, lho!

Sebagai muslimah kita mesti tahu, Allah sayang banget sama yang namanya makhluk perempuan. Makanya kita diperintahkan untuk jaga kehormatan kita, antara lain menjaga aurat dan lisan kita. Ah, jadi teringat guru ngajiku ngasih penjelasan dari sebuah hadis: ”Tidak akan Allah mendatangkan siksaan karena air mata atau karena kesedihan hati, melainkan karena lisan…”

Rasulullah saw. Juga telah mengajarkan kepada kita melalui sabdanya:”Sebaik-baik kalian adalah yang selalu berbuat baik terhadap istri-istri kalian.” (HR Turmidzi)

Kemudian sabdanya yang lain adalah: “Takutlah kepada Allah dan hormatilah kaum, wanita.” (HR Muslim).
Subhanallah betapa mulianya sebagai wanita dalam ajaran Islam. So, kalo tahu Islam memuliakan wanita, ngapain juga wanita kudu merendahkan dirinya dengan cara mau diatur oleh ajaran selain Islam. Ah, jangan sampe deh!

Kalo urusan ingin dihargai, dihormati, dipuji dan dimuliakan semua wanita pengen. Itu sebabnya, jangankan muslimah, semua wanita di dunia pasti lebih senang dikenal sebagai wanita anggun, beretika, elegan, lemah lembut, smart dan berkelas. Sampai ada kursusnya segala kan? Dan yang pasti, sifat-sifat itu nggak akan bisa bergandengan serasi dengan sifat nyablak. Trus, apakah hasil akhirnya adalah kita mesti jadi lemah letoy dan nggak pernah marah? Nggak dong. Ada saatnya kita mesti jadi cewek tegas, terutama dalam menolak kemaksiatan. Tapi ingat, tegas nggak sama dengan galak atau malah nyablak. Kayak Rasulullah saw. tuh, penuh kasih sayang kepada kaum muslimin, dan keras terhadap kaum kafir (coba aja cek di al-Quran: surat Al-Fath ayat 29). Ok?

Muslimah nyablak? Nggak banget!
Karena kualitas generasi penerus umat ada di tangan kita para muslimah. Suer! Kalau sifat nyablak nggak kita hilangkan dari sekarang, nanti jadi kebiasaan pas dewasa nanti (baca: pas udah jadi ibu). Nah, apa bisa kita ngedidik anak kita dengan gaya bahsa yang nggak sopan? Penggunaan bahasa sangat berpengaruh dalam membentuk karakter anak loh. Kita senang banget kan kalau ketemu anak kecil yang polos tapi sopan dan smart? Otomatis itu didapat dari pendidik utamanya, yaitu ibunya, alias kita-kita nih calonnya. Apa nggak terlalu lebay neh? Nggak. Bayangin kalau anak-anak sudah nyablak dari kecil, dewasanya kayak apa ya? Jangan-jangan bukannya membangun peradaban manusia yang mulia kayak yang diajarin Rasulullah saw., eh malah tua-tua doyan berantem walaupun jabatannya terhormat. Kayak yang di tivi itu loh…awalnya kan karena nggak bisa jaga etika berbicara. Dari sinetron juga banyak pemerannya yang ngajarin untuk bicara memaki ortu atau teman. Masa’ kita mau niru yang begitu. Naudzubillah.

Sis, kita bisa niru Aisyah ra., misalnya. Di usia muda udah jadi periwayat hadist, smart, bisa jaga sikap sesuai yang diajarkan Rasulullah saw. Jadi tempat bertanya buat kaum muslim yang belum ngerti Islam sebagai prinsip hidup. Jadi tren setter dalam bersikap gitu loh. Atau kita tiru Khadijah ra. Beliau sangat sabar mendampingi Rasulullah saw. dalam mendakwahkan Islam. Pemboikotan, hinaan, siksaan dalam jalan dakwah nggak pernah beliau komentari dengan komentar yang nggak enak didengar.

Sssst…. udah dengar hadis yang satu ini? Rasulullah saw. membuat empat buah garis seraya berkata: “Tahukan kalian apakah ini?’ Mereka berkata: ‘Allah dan RasulNya lebih mengetahui.’ Nabi saw.. lalu bersabda: “Sesungguhnya wanita ahli surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad saw., Maryam binti ‘Imron, dan Asiyah binti Mazahi.’ (Mustadrak al-Shahihain 2:497)

Wah, tentu saja wanita ahli surga tutur kata dan perilakunya benar dan baik dong ya. Lha, kita? Duh, gimana ya. Kok nggak dijamin masuk surga aja tutur kata dan perilaku kita malah nyebelin dan bikin sakit ati. Ya Allah, ampunilah kami.

So, wrap it up!
Bungkus bu….! Mumpung masih muda, belum kiamat, ayo kita stop wabah nyablak yang sangat tidak dianjurkan oleh syariat Islam. Sebagai muslimah yang beriman atau yang mau berusaha jadi orang beriman, kita mesti perjelas karakter kita di hadapan Allah Swt. So, pasti kita akan jaga sikap selayaknya orang bertakwa, terus nurut sama Allah Swt. dan RasulNya. Selalu pakai tolak ukur Islam dalam berpendapat dan milih sikap. Otomatis cara hidup juga sesuai Islam. Bukan terbawa ‘wabah’ budaya yang bertentangan dengan Islam. Ayo, tentukan arah kamu sekarang juga!

Sis, di jaman ini, remaja dan wanita dewasa ditawarkan untuk jadi pemenang kontes kecantikan dan idola, terkenal di dunia dan jaminan masa depan cerah (di dunia doang, tuh..), syaratnya mesti berkarakter, smart, anggun, berani umbar aurat dan bla bla bla, itu nggak cukup. Siap terkenal dunia akhirat? Tambah lagi syaratnya: taat syariat! Sip deh. [anita intan: zen.yasmin@gmail.com]

posted by : Rijalukahfi

http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fmuaunj.wordpress.com%2F2010%2F07%2F30%2Fcewek-kok-nyablak%2F&h=372b3ZA8Y1IgiZvtNoGDwF-uxrQ

sepucuk surat untuk wanita

Ini adalah sepucuk surat buat segenap wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Buat segenap wanita… baik sebagai ibu, gadis, istri maupun sebagai anak…yang oleh Allah Ta’ala telah diberi amanah memelihara tangung jawabnya masing-masing… niscaya di hari kiamat kelak akan menanyakan apa yang menjadi tangggung jawab anda semua.

Buat segenap remaja putri yang mengimani Alloh… buat siapa saja yang hari ini menjadi remaja putri… kemudian esok bakal menjadi istri dan selanjutnya menjadi ibu.

Wahai wanita… bacalah dan jangan terperdaya. Engkau hidup di zaman dimana kehinaan telah menguasai keutamaan. Karena itu berhati-hatilah terhadap mode-mode busana menyolok para wanita telanjang, mode-mode yang menjadi salah satu penyebab kejahatan dan kerusakan.

Wahai wanita… janganlah engkau terperdaya oleh para dajjal, turis-turis yang menyerukan tabarruj dan buka-bukaan. Mereka adalah musuh-musuhmu wahai putri Islam-khususnya- dan musuh para kaum muslimin pada umumnya.

Wahai wanita… sebenarnya Alloh telah menurunkan ayat-ayatNya yang telah jelas, supaya dengan melaksanakan tuntunan-tuntunan syari’at yang ada di dalamnya, engkau menjadi terpelihara dan tersucikan dari kotoran-kotoran jahiliyah yang hari ini, musuh-musuh Islam, para penyeru kebebasan, berusaha keras untuk sekali lagi mengembalikan kaum wanita ke abad jahiliyah dengan bersembunyi di bawah cover Peradaban, Modernisasi dan Kebebasan.

Namun sebenarnya orang-orang gila itu lupa dan tidak pernah memperhatikan bahwa wanita muslimah tidak mungkin akan dapat menerima pembebasan dirinya, lepas dari pengabdiannya kepada rabb-Nya untuk kemudian jatuh menjadi mangsa bagi budak-budak tentara iblis.

Wahai putri Islam…para penyeru tabarruj dan buka-bukaan amat berambisi untuk melepaskan hijabmu, mereka berlomba-lomba ingin mengeluarkanmu dari rumah-rumahmu dengan dalih emansipasi.

Sayang seribu kali sayang, ternyata banyak wanita yang telah keluar rumah dengan pakaian yang menampakan ketelanjangannya (berpakaian tapi telanjang). Mereka berjalan berlenggak-lenggok, sanggul kepalanya seperti punuk onta, menggugah kelelakian kaum lelaki dan membangkitkan letupan-letupan nafsu birahi yang mestinya terpendam..jauh di dasar lautan birahi.

Wahai wanita… janganlah engkau tertipu dengan semboyan peradaban yang sebenarnya hanya akan menjajakan wanita sebagai barang dagangan yang ditawarkan kepada siapa saja yang menghendakinya. Jangan pula engkau tertipu dengan tipu daya yang tak tahu malu.

Pada busana sebatas lutut engkau bergegas?
Demi Alloh, sungai manakah yang kan engkau seberangi ?
Seolah pakaian masih panjang di pagi hari
Namun kian tersingsing saat demi saat
Engkau sangka kaum laki-laki itu tanpa rasa ?
Sebab engkau mungkin tak lagi punya rasa ?
Tidak malukah engkau terhadap pandangan-pandangan mata itu ?

Aduhai wanita… ! bacalah dan jangan terperdaya! Malukah engkau untuk bertaqwa dan berbusana taqwa kepada Alloh SWT? Sementara engkau tiada malu untuk bertabarruj dan buka-bukaan ?

Wahai wanita…, adakah akan merugikanmu penghinaan kaum juhala (orang-orang yang bodoh) itu selama kita berada di atas al haq sedang mereka di atas al bathil ?

Wahai wanita… siapa yang kelak tertawa di akhirat niscaya dia akan banyak tertawa. Atau engkau pernah berfikir bahwa Jilbabmu itu akan menghalangimu untuk mendapatkan seorang suami?

Hai wanita… Demi Alloh! Pikiran itu hanyalah waswasah (bisikan) syetan.

Tidakkah engkau tahu bahwa Alloh telah menetapkan bagi wanita pasangannya masing-masing? Maka karena itu dengarkan firman-Nya: “Perempuan-perempuan buruk (jahat) untuk pasangan laki-laki yang buruk (jahat). Laki-laki yang buruk untuk pasangan perempuan-perempuan yang buruk pula. Dan perempuan-perempuan yang baik untuk pasangan laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk pasangan perempuan-prempauan yang baik.” (An Nur: 26)

Oleh sebab itu mestinya engkau jangan ridha kecuali jika menjadi pedamping seorang suami yang baik, yang berpegang teguh pada ajaran diennya dan selalu merasa diawasi oleh Rabbnya.

Suami seperti inilah yang engkau bakal merasa aman bagi jaminan hidup masa depanmu. Lihatlah! Di sana banyak sekali putri-putri sebangsamu yang terjebak dalam tipu daya kehidupan Romantisme dan Cinta menyesatkan. Ternyata banyak di antara mereka kemudian gagal dalam menempuh jalan hidupnya…. Begitu tragis.

Tapi bagaimanakah engkau sanggup berbusana seperti ini di tengah musim panas dan teriknya sengatan matahari ?

Wahai putri fitrah… sesungguhnya di dalam iman terdapat rasa manis bagi jiwa dan rasa tentram bagi dada. Kalau engkau tahu bahwa neraka jahannam itu lebih panas niscaya segala rasa panas dunia akan, menjadi ringan bagimu.

Ketahuilah, sungguh seringan-ringannya orang yang disiksa di neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah telapak kakinya diletakkan sepotong ‘bara’ dari api neraka, tetapi dari sepotong bara di bawah kakinya itu sanggub mendidihkan otaknya…

Waspadalah akan godaan-godaan syetan. Dengan demikain apakah gerangan yang menyebabkanmu berpaling dari seruan Alloh?

Dunia dan perhiasannyakah …?

Atau adakah engkau kini sedang bergembira ria dengan para pemuda dan dengan dunia kecantikan, seraya engkau katakan: “Nantilah saya akan menutup aurat saya (berjilbab) kalau umurku sudah tua”

Ketahuilah ; “Apa-apa yang ada padamu dari suatu nikmat maka ia adalah datangnya dari Alloh.”
(an Nahl: 53)

Mestinya engkau wajib bersyukur kepada Alloh dengan cara mentaati-Nya.

betapa banyak remaja yang hari-harinya penuh tawa…

padahal kain-kain kafan telah siap untuk membungkusnya

sedang ia tak mengira betapa banyak temanten putri dihias ‘tuk sang suami tiba-tiba nyawa melayang di malam taqdir.

Wahai wanita… kembalilah segera kepada nilai-nilai dan prinsip Islam, niscaya harga diri dan kehormatanmu akan terjaga di hadapan siapa saja. Angkatlah kemuliaanmu wahai wanita dengan cara menutup aurat dan berjilbab. Semoga Alloh memberi taufik kepada kita semua untuk bisa melakukan apa yang dicintai dan diridahi-Nya. Akhirnya akau memohon pada Alloh agar Ia menjadikan amalan kita ikhlas karena wajah-Nya…

salam persaudaraan

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q. S : Al-Ahzab : 59)

aku ingin mencintaimu..

Aku ingin mencintaimu karena ketampananmu
menyejukkan setiap mata yang memandangnya
tapi kemudian aku bertanya
saat ketampanan itu memudar ditempuh usia
seberapa pudarkah kelak cintaku padamu?

Aku ingin mencintaimu karena sifatmu yang ceria
menjadi semangat yang menyala di dalam hati ini
tapi kemudian aku bertanya
bila keceriaan itu kelam dirundung duka
seberapa muram cintaku kan ada?

Aku ingin mencintaimu karena ramah hatimu
memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu
tapi kemudian aku bertanya
kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka
seberapa mampu cintaku memendam praduga?

Aku ingin mencintaimu karena cerdasnya dirimu
membuatku yakin pada putusanmu
tapi kemudian aku bertanya
ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua
seberapa bijak cintaku tuk tetap mengharapmu?

Aku ingin mencintaimu karena kemandirian yang kau miliki
menyematkan rasa bangga ku yang mengenalmu
tapi kemudian aku bertanya
jika di tengah itu rasa manjamu tiba menyeruak
seberapa cintaku tetap bersamamu?

Aku ingin mencintaimu karena tegarnya sikapmu
menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu
tapi kemudian aku bertanya
andai ketegaran itu rapuh diterpa badai
seberapa kuat cintaku bertahan?

Aku ingin mencintaimu karena pengertian yang kau berikan
menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang kau tanam
tapi kemudian aku bertanya
kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat
seberapa ku mampu mengerti cinta ini?

Aku ingin mencintaimu karena luasnya danau kesabaranmu
menambah dalamnya rasa cinta semakin ku mengenalmu
tapi kemudian aku bertanya
mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku
seberapa besar cinta mampu memaafkan?

Aku ingin mencintaimu karena karena keteguhan imanmu
bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
tapi kemudian aku bertanyakala iman itu jatuh menurun
seberapa berkurang akhirnya cintaku padamu?

Aku ingin mencintaimu karena kau yang tlah kupilih
sebagai cinta yang kan kupegang sepanjang hayat
tapi kemudian aku bertanyapun hati ini tergoncang
seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?

Andai sejuta alasan tak cukup
untuk membuat cinta ini tetap bersama dirimu
maka biar kupinta satu alasan tuk menjaga cintaku..

Aku ingin mencintaimu karena Allah..

karena Dia kan selalu ada tuk menjaga
maka cintaku kan tetap utuh dan setia
hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu
karena cintaku berpulang pada-Nya..

*untuk dia yang ku ingin mencintainya, kata yang ingin kuucap, kupegang dan kupertahankan..

setelah walimatul ursy’..

Bismillahirrahmaanirrahiim.Aku ingin mencintaimu karena Allah..

by RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF

seandainya aku bisa memilih

Ketika ku menginjakkan kaki di sebuah peMAKAMan,
Ku merenung akan DIRI...
Bisakah aku MEMILIH?
Ku ingin saat ku ’berPULANG’...
...Sedang merasakan keIMANan yang tumbuh kepada-Mu
...Sedang meRINDUkan yang sangat akan perjumpaan dengan-Mu
...Sedang menCINTAi dan diCINTAi-Mu..
...Sedang meRIDLOi dan diRIDLOi-Mu

Sehingga pada saat ’kePULANGanku’...
Aku bisa TERSENYUM bahagia...
Sementara keluarga dan sahabatku melepasku dengan TANGISAN CINTA ...
Dan ku diSAMBUT oleh-Mu dengan keRIDLOan dan keCINTAan...
Dengan ucapan ’SELAMAT’ oleh penduduk langit
Atas keSUKSESanku melalui UJIAN dunia
Atas keSUKSESanku menTAZKIYAH jiwa
Atas keSUKSESanku terhindar dari tipu daya SYAITHAN
Dan atas AMAL KEBAIKAN yang telah ku lakukan
Sehingga diberi KABAR GEMBIRA dengan dibukanya pintu SURGA...

Sungguh... seandainya ku bisa MEMILIH...
Ku ingin...sambutan inilah yang kuHARAPkan kepada-Mu
”Wahai jiwa yang tenang...
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridlo lagi diridloi-Nya.
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
Dan masuklah ke dalam surga-Ku.”
(QS Al Fajr:27-30)gg

Tapi jiwa ini LABIL..
Kadang IMANku NAIK...dan kadang TURUN
Kadang begitu RINGAN ku berIBADAH kepada-Mu
Tapi kadang begitu BERAT ku menTAATi-Mu.
Kadang ku mengorbankan HARTA dan DIRI untuk menggapai CINTA-Mu
Tapi kadang HARTA dan DIRI ini juga yang menghalangi untuk menCINTAi-Mu

Dalam hati ku ingat Firman-Mu...
Bahwa Engkau telah bersumpah dengan ciptaan-Mu yang luar biasa:
”Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
Dan bulan apabila mengiringinya,
Dan siang apabila menampakkannya,
Dan malam apabila menutupinya,
Dan langit serta pembinaannya,
Dan bumi serta penghamparannya,
Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Maka Allah mengILHAMkan kepada JIWA jalan KEFASIKAN dan KETAKWAAN,
Sesungguhnya berUNTUNGlah orang yang menSUCIkan JIWA itu,
Dan sesungguhnya meRUGIlah orang yang mengKOTORinya.”
(QS Asy Syams : 1-10)

Ku dapat jawaban...
Agar aku bisa MEMILIH...
Ku harus menSUCIkan jiwa dengan seluruh IBADAH kepada-Mu
Dengan mendawamkan ibadah FARDLU dan SUNNAH..
Dan menjauhi semuanya yang bisa mengKOTORi JIWAku
Dengan DOSA dan KEFASIKAN
Sehingga JIWA yang TAKWA inilah yang mendominasi seluruh keHIDUPanku
Dan tenggelamlah JIWA yang FASIK.

Ku ingat juga firman-Mu:
”Hai orang-orang yang beriman, berTAKWAlah kepada Allah dengan seBENAR-BENAR TAKWA kepada-Nya; dan JANGANlah sekali-kali kamu MATI melainkan dalam keadaan menjadi orang-orang yang TUNDUK dan BERSERAH DIRI (MUSLIM).”
 (QS Ali Imran : 102)

Agar aku bisa MEMILIH...
Ku harus mengISLAMkan seluruh keHIDUPanku
Jangan sekali-kali KUFUR kepada-Mu
Sehinggga setiap detik nafasku harus bernilai IBADAH kepada-Mu
Sampai datang waktu ’kePULANGanku’

Terima kasih Ya Allah...
Akhirnya aku bisa MEMILIH...
Jalan ISLAM adalah jawabannya
Dengan ISTIQAMAH selalu di jalan-Mu
Engkau yang mengUJIku...
Engkau pula yang meberiku PETUNJUK...
Engkau yang menjadikan HIDUPku  penuh COBAan
Engkau pula yang mendatangkan MALAIKAT-Mu membantuku
Karena aku MENGAKUI-Mu ...
Dan selalu ISTIQAMAH  akan PENGAKUANku

Ku ingat kembali akan firman-Mu:
”Sesungguhnya orang-orang yang mengakui: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka berISTIQAMAH, maka MALAIKAT akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa TAKUT (dengan masa depanmu) dan janganlah kamu merasa SEDIH (dengan masa silammu); dan berGEMBIRAlah kamu dengan  SURGA yang telah dijanjikan Allah kepadamu".
(QS. Fushilat :30)

Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah diTUNJUKi oleh TUHANku kepada JALAN yang LURUS, (yaitu) AGAMA yang BENAR; AGAMA IBRAHIM yang HANIF (lurus); dan IBRAHIM itu BUKANlah termasuk orang-orang yang MUSYRIK (menyekutukan Allah)".
Katakanlah: "Sesungguhnya SHALATku, IBADAHku, HIDUPku dan MATIku HANYAlah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diPERINTAHkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".
(QS. Al An’am : 161-163)

Setelah itu aku pulang dari pemakaman...
Dengan keMANTAPan IMAN dan keBENINGan JIWA
Bahwa AKU memang HARUS MEMILIH...
Apakah akan kalah dengan KEFASIKAN JIWA
Atau ISTIQAMAH di jalan TAKWA



Tulisan terkait di BLOG "KATA-KATA HIKMAH":
http://kata2-hikmah-ofa.blogspot.com/2010/10/seandainya-aku-bisa-memilih.html
http://kata2hikmah0fa.wordpress.com/2010/10/09/seandainya-aku-bisa-memilih/

kisah taubat

Kisah Taubat Malik bin Dinar

* Judul: Kisah Taubat Malik bin Dinar
* Penulis: Ibnu Qudamah
* Rujukan: Kitab at-Tawwabiin (223-224)
* Sumber: The Clear Path



Aku seorang polisi dan menyenangi minum khamr. Aku membeli seorang budak yang cantik yang melahirkan seorang anak perempuan untukku. Aku sangat mencintai anakku dan ketika dia mulai merangkak dengan kedua tangan dan kakinya aku semakin mencintainya. Setiap kali aku meletakkan minuman keras di hadapanku dia akan datang kepadaku dan menjauhkan minuman itu, atau dia akan menumpahkannya dariku. Ketia dia genap dua tahun dia meninggal. Aku sangat berduka cita atas kepergiannya.

Ketika datang malam nisfu Sya’ban - itu adalah malam Jum’at –aku tinggal di rumah dan mabuk... Aku tidak melakukan shalat Isya. Kemudian aku bermimpi hari kiamat telah tiba, Sangkakala telah ditiup dan kuburan melontarkan isinya, seluruh manusia dikumpulkan dan aku berada diantara mereka. Aku mendengar sesuatu di belakangku. Aku menoleh dan melihat seekor ular yang sangat besar, berwarna biru kehitaman, mengejajarku dengan mulut terbuka. Aku berlari ketakutan.

Aku melewati seorang syaikh yang berpakaian bersih yang memancarkan wangi semerbak. Aku mengucapkan salam kepadanya dan dia pun membalan salamku. Aku berkata kepadanya: ”Wahai Syaikh! Lindungilah aku dari ular ini, semoga Allah melindungimu! Syaikh itu menangis dan berkata: ”Aku lemah dan dia lebih kuat dariku, aku tidak dapat melawannya. Pergilah cepat, mungkin Allah akan mengaugerahimu sesuatu yang akan menyelamatkanmu darinya.

Aku pun berbalik dan terus berlari. Aku memanjat salah satu tebing dari tebing-tebing Hari Kiamat memandang pada kobaran api neraka. Aku melihat kengerian di dalamnya dan hampir saja terjatuh ke dalamnya karena takut terhadap ular tersebut. Tetapi sebuah jeritan berteriak kepadaku: Kembalilah! Engkau bukanlah diantara penduduk neraka. Kata-katanya menenangkan ketakutanku dan aku pun kembali.

Namun ular itu terus mengejarku. Aku kembali kepada Syaikh dan berkata: ”Wahai Syaikh! Aku memohon kepadamu untuk melindungiku dari ular ini, tetapi engkau tidak melindungiku.” Syaikh itu menangis lagi dan berkata: ”Aku lemah, akan tetapi teruslah menuju gunung ini. Disana terdapat simpanan kaum Muslimin, itu akan menolongmu.”

Aku memandang dan melihat gunung bulat yang terbuat dari perak dan diatasnya terdapat kubah di atas lembah permata dan tirai-tirai yang tergantung, dan setiap kubah memiliki dua pintu yang besar berwarna merah keemasan berkerak taburan zamrud dan mutiara dan digantungi tirai-tirai sutera.

Ketika aku melihat gunung itu aku berlari kepadanya dengan ular yang terus mengejarku. Ketika aku mendekati gunung itu salah satu malaikat berteriak: ”Angkatlah tirai-tirai, bukalah pintu-pintu, dan awasilah! Mudah-mudahan orang yang malang ini mempunyai sesuatu dalam simpanan bersamamu yang dapat menolongnya dari musuhnya.” Maka tirai-tirai pun diangkat, pintu-pintu dibuka, dan dari tempat itu terlihat anak-anak dengan wajah-wajah laksana bulan purnama. Ular itu nyaris menyusulku dan aku hampir putus asa.

Salah seroang dari anak-anak itu berkata: ”Celaka engkau! Kemarilah dan lihatlah kalian semua! Musuhnya sangat dekat dengannya.” Kemudian anak-anak itu keluar secara bergelombang, dan diatara mereka terdapat anak perempuanku yang telah meninggal dua tahun yang lalu. Ketika dia melihatku dia menangis dan berkata: ”Ayahku, Demi Allah!” Kemudian dia melompat ke dalam sebuah kereta cahaya dan datang mendekatiku dengan kecepatan laksana anak panah. Dia meletakkan tangan kirinya di tangan kananku dan aku berpegang kepadanya. Kemudian dia mengulurkan tangan kirinya ke arah ulat tersebut dan ular itu pun berbalik dan pergi.

Anakku mengajakku duduk, kemudian dia duduk dipangkuanku dan mulai membelai jenggotku seraya berkata: ”Wahai ayahku!
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?” (QS Al-Hadid [57] : 16). Aku pun menangis dan berkata: “Wahai anakku, kalian memahami Al-Qur’an?” Dia menjawab: “Ayahku! Kami mengetahuinya lebih baik darimu.”

Aku berkata kepadanya: ”Ceritakanlah kepadaku tentang ular yang hendak menghancurkanku.” Dia berkata: “Itu adalah amal-amal burukmu yang engkau bangun dan menjadi kuat, dan mereka akan membawamu ke neraka.” Aku bertanya: “Bagaimana dengan Syaikh yang aku lewati?” Dia menjawab: “Wahai Ayahku! Itu adalah amal kebaikanmu yang lemah sehingga mereka tidak dapat mengatasi dosa-dosamu.”

Aku berkata: “Wahai anakku! Apa yang kalian lakukan di gunung ini?” Dia menjawab: “Kami adalah anak-anak orang-orang Muslim, kami diberi tempat tinggal ini sampai datangnya Hari Kiamat. Kami menanti kedatangan kalian, dan kami memohon syafaat bagi kalian.”

Malik (bin Dinar) kemudian berkata: “Lalu aku terbangun dan melihat fajar telah tiba. Lalu kulemparkan minuman itu dariku dan kuhancurkan gelas minumanku, dan aku pun bertaubat kepada Allah.”

inner beauty

Bukankah engkau, wahai saudariku, selalu menginginkan dan mencari kecantikan serta brusaha untuk menggapainya??
Bukankah engkau menginginkan mata yang indah,yakni mata putih di matamu yang benar2 putih,dan warna hitamnya bnr2 hitam??
Bukankah keindahan kulitmu terletak pd kjernihan dan putihnya?? Jernih bgaikan yaqut n putih bagaikan marjan.. Brsinar bgaikan mutiara dlm kerang yg tdk pernah trsentuh tangan,bukan pd warna n coraknya..
Keindahan tubuhmu trletak pd trsembunyinya,bkn trletak pd trbukanya..
Keindahan usiamu trletak pd kedewasaannya,bkn pd kekanakannya..
Keindahan cintamu trletak pd ketaatan yg sempurna,tdk ambisius trhadap selain yg engkau cintai,n tdk ridha kecuali kpd suamimu.. Bkn trletak pd jumlah yg dicintai..
Sinar kecantikan yg sejati itu,seperti sinar matahari terbit yang menerangi langit n bumi,bkn sinar kecantikan yang dibuat2 n kemanjaan palsu..

*inner beauty*

Terjaga..

Di waktu,ketika semuanya mengungkapkan tabir-tabir kebaikan
di tempat,dimana hanya mendapatkan situasi..benar dan salah
di jiwa,suasana yang semakin bersahabat
di hati,rasa yang terasa makin terjabat
terlukiskan makna dari semua kenyataan yang ku cari selama ini
tergambarkan arti dari fenomena yang menghantui
sangat jelas terlukis dan tergambar
aq mendapatkannya
dari filsafat,namun bukan filosofi
dari psikolog,namun bukan kejiwaan
dari dokter,namun bukan pengobatan
entahlah,
hanya dapat bersyukur atas smua anugrah
berterimakasih atas smua berkah
berbangga atas smua hadiah
atas hati yg selalu terjaga.

ketika semua tak berdamai

lilin tak dapat membayangkan
lilin tak sanggup mengimajinasikan
lilin tak kuasa mengartikan
betapapun kuatnya keinginan
tuk menghapus cahaya kesunyian
yang kian mengikuti
selalu menemani
semakin merasuki
adakah sesuatu yang kan menarikku dari tenggelamnya nurani?
sungguh, tak ingin mengadili
pun menghakimi
hanya saja,
cahaya ini semakin membutakan
sembilu yang terlampau tajam
hati yang mendekam
menambah hitam, kembali berduka....
tahukah kau?
titik air bola mata
membasahi
menandai leburnya pertahanan
wahai lilin-lilin disana,
lindungi aq dari hembusan angin
bantu aq untuk terus menerangi
setidaknya meredupkan sunyi
akan perihnya badai kehidupan,
akan perasaan yang takkan pernah berdamai..